Video: Senam Asma Indonesia Mengurangi Kekambuhan dan Gejala Asma dan Menguatkan Otot dan Fungsi Pernapasan

Asma merupakan penyakit peradangan saluran napas yang memiliki pencetus, bergejala khas, dan dapat dicegah serta diobati. Peradangan saluran napas ini menyebabkan saluran napas menjadi sempit sehingga keluar masuk udara pernapasan menjadi tidak efektif. Peradangan saluran napas pada penyakit ini umumnya akibat reaksi alergi namun seiring perkembangan ilmu, faktor lain dari bukan akibat alergi semakin bertambah seperti kehamilan dan penyakit obesitas.

Pencetus asma dapat berupa benda gas, cair, maupun padat yang bersifat mengiritasi saluran napas (Tabel 1). Hal-hal lain juga dapat mencetuskan asma seperti kekeringan saluran napas atau peradangan dari sumber selain saluran napas, yang merupakan dasar asma akibat tertawa terbahak, akibat olahraga, atau akibat infeksi saluran napas atas.

Gejala khas asma adalah rasa sesak atau kencang di otot dada sehingga udara hembus (ekspirasi) sulit dikeluarkan dan kadang disertai suara nyaring mengi. Gejala ini bersifat timbul ketika kambuh dan dapat hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. Tidak jarang gejala ini begitu berat sehingga penderita dibawa ke unit gawat darurat dalam keadaan tersengal berat, pingsan, atau bahkan koma hingga meninggal. Gejala ini dapat dicegah dengan cara mengetahui dan menghindari faktor pencetus asma seperti disebutkan sebelumnya.

Pengobatan asma dewasa ini mengutamakan penggunaan obat seminimal mungkin dengan tujuan mengurangi efek samping obat (ESO) sebanyak mungkin, sehingga apabila dulu kebanyakan obat asma adalah berupa obat minum, kini obat asma adalah obat semprot atau sedot yang lazim disebut inhaler (Gambar 1). Panduan terbaru Global Initiative for Asthma (GINA) mengemukakan penggunaan inhaler yang harus dipantau secara berkala (6 bulan sekali) dan disertai juga latihan kemampuan fisis supaya gejala asma terkendali dengan baik, hingga pada akhirnya derajat asma semakin ringan dengan pengobatan seminimal mungkin.

Gambar 1. Macam-macam bentuk inhaler

Gambar 1. Macam-macam bentuk inhaler

Tabel 1. Pencetus Asma
Benda Gas:- Asap rokok
- Polusi lingkungan
- Uap pewangi
- Uap zat pembersih
Benda Cair:- Obat-obatan penyebab alergi
- Minuman penyebab alergi
- Cairan saluran napas atas
- Asam lambung
- Alergen cair
Benda Padat:- Obat-obatan penyebab alergi
- Makanan penyebab alergi
- Tungau
- Rambut hewan peliharaan
- Alergen dari tubuh kecoak
- Debu
- Serbuk bunga

Video Senam Asma Indonesia Edisi 2003 © Hak Cipta Yayasan Asma Indonesia

Senam Asma Indonesia merupakan salah satu karya bangsa yang diprakarsai Yayasan Asma Indonesia yang bertujuan untuk melatih kemampuan fisis otot pernapasan khususnya kepada penderita asma. Penelitian terdahulu membuktikan senam ini mampu mengurangi kekambuhan dan gejala terkait asma, serta meningkatkan kekuatan otot pernapasan dan kemampuan pernapasan setelah mengikuti senam ini lebih kurang 3 bulan. Senam ini boleh diikuti penderita asma yang sedang tidak kambuh, tidak memiliki riwayat penyakit jantung, dan ketika stamina tidak menurun. Senam terbagi menjadi (1) pemanasan; (2) peregangan; (3) gerakan inti A; (4) gerakan inti B; (5) aerobik 1, 2, dan 3; dan (6) pendinginan. Penderita asma yang baru memulai senam ini boleh mengikuti pembagian tersebut sesuai dengan kemampuannya dan tidak perlu gesa-gesa. Penderita asma sebaiknya berkonsultasi lebih dulu kepada dokter spesialis paru sebelum memulai Senam Asma Indonesia. Beberapa pusat kesehatan paru di Indonesia sudah rutin mengadakan senam ini sekitar seminggu sekali.

Bacaan terkait/sumber pustaka

  1. Global Initiative for Asthma (GINA)
  2. JIK. 2016;10(1):17-23
  3. MAJORITY. 2016;5(4):112-6
  4. J Respir Indo. 2011;31(2):72-80

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *