Aspiration Pneumonia Management in Flood Victims (Slide Presentasi Konas ke-16 PDPI 2021)

Indonesia merupakan negera maritim yang dikelilingi oleh berbagai macam samudra, sehingga selalu memiliki potensi konstan kebencanaan air yang dapat menjangkiti hampir semua wilayahnya.

Tenggelam atau drowning adalah kejadian submersi atau imersi cairan ke dalam saluran napas, yang dapat menyebabkan kesakitan (non-fatal drowning) maupun kematian (fatal drowning). Sebagian besar kasus tenggelam (60%) adalah fatal drowning. Hal ini khususnya terjadi karena peradangan paru atau pneumonia yang sifatnya dapat berlangsung segera hingga lambat sekitar 48 jam kemudian setelah kejadian.

Tujuan terapi tenggelam untuk mencegah dan mengurangi akibat berkelanjutan dari pneumonia adalah menjaga patensi saluran napas, pengendalian radang dan infeksi, mengatasi hipoksia, rehabilitasi fungsi pernapasan, dan evaluasi berkala. Tindakan segera yang dapat dilakukan adalah teropong paru atau bronkoskopi untuk mengeluarkan aspirat yang dapat mengakibatkan pneumonia.

Silakan unduh slide presentasi Aspiration Pneumonia Management in Flood Victims oleh dr. Irandi Putra Pratomo, Ph.D., Sp.P(K), FAPSR yang dibawakan dalam Kongres Nasional ke-16 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia pada Jumat, 1 September 2021.

Aspiration Pneumonia Management in Flood Victims

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *