Indonesia hingga 2021 masih termasuk dalam 3 negara di dunia yang memiliki beban kesehatan akibat tuberkulosis (TB) terbesar. Walaupun dalam beberapa dekade ini pelaporan, pencatatan, dan penanganan kasus TB di Indonesia sudah semakin membaik, tetap terdapat tantangan terbesar yaitu kasus TB resisten obat (TB-RO).
Perkembangan teknologi, khususnya di bidang kedokteran, telah memungkinkan penemuan dan inovasi sehubungan dengan penemuan cepat kasus TB-RO dengan cara deteksi molekular. Demikian pula, metode pembelajaran mesin (machine learning) yang menelurkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah mampu menjawab kebutuhan para klinis untuk melakukan penemuan cepat kasus TB-RO.
Silakan unduh dan simak presentasi Artificial Intelligence Era of Pulmonology and Respiratory Medicine: Updates in Tuberculosis Biomolecular and In-silico Diagnostic Tools oleh dr. Irandi Putra Pratomo, Ph.D., Sp.P(K), FAPSR yang dibawakan dalam Webinar Tuberculosis Day oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Jakarta pada Minggu, 11 April 2021.
Artificial Intelligence Era of Pulmonology and Respiratory Medicine: Updates in Tuberculosis Biomolecular and In-silico Diagnostic Tools slide presentation during World TB Day 2021 Webinar by PDPI Jakarta
