Era Industri 4.0 telah mengharuskan penggunaan teknologi informasi dan internet di seluruh aspek kehidupan, termasuk di bidang kedokteran yang mulai dikenal dengan istilah Precision Medicine. Kemajuan teknologi ini membuka pengetahuan baru di bidang infeksi paru, khususnya penemuan genomik terkait penanganan resistensi antibiotik (antimicrobial resistance, AMR). Solusi terhadap AMR ini adalah teknik diagnostik cepat dengan Tes Cepat Molekular (TCM) sehingga dapat diketahui faktor virulensi & AMR di tingkat genom sebagai modal untuk pencegahan, penanganan dan rehabilitasi AMR.
Precision Medicine di bidang infeksi paru merupakan bidang keilmuan transdisipliner, yang membutuhkan sinergi dari berbagai keahlian seperti pulmonologi dan kedokteran respirasi, mikrobiologi, bioinformatika, biostatistik dan sebagainya. Bukan tidak mungkin berdasarkan kesimpulan genomik bakteri dan bio-physio-socio-genomic (BPSG) dari pasien membuahkan suatu regimen pengobatan yang presisi dengan efek samping minimal dan hasil optimal.
Berikut teaching slide yang telah disampaikan dalam acara ilmiah Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (PIPKRA) ke-16 FKUI di Jakarta pada Jumat, 8 Februari 2019 di Jakarta:
“Precision Medicine: Genomic Antimicrobial Resistance PIPKRA 2019” slide presentation by Irandi P. Pratomo, M.D., Ph.D. at PIPKRA 2019
