Community-acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas adalah peradangan parenkim paru yang disebabkan agen infeksius selain Mycobacterium tuberculosis. Gejala utama penyakit ini antara lain batuk produktif dengan dahak berwarna, demam dengan suhu ≥38 °C, sesak napas, nyeri pleura dan gejala sistemik lainnya. Temuan pemeriksaan fisis penyakit ini antara lain penurunan kesadaran, perkusi dada redup, suara napas tambahan (ronki, crackles) dan dapat ditemukan juga hipotermia (suhu ≤37 °C). Pemeriksaan penunjang yang dapat ditemukan antara lain tekanan darah sistolik ≤100 mmHg, kadar urea darah ≥20 mg/dL, hitung leukosit ≤4.000 atau ≥10.000 dan tekanan parsial oksigen arteri (PaO2) ≤50 mmHg. Indikasi rawat jalan, rawat inap dan rawat intensif pada CAP ditentukan oleh sistem skoring pneumonia severity score (PSI) dan CURB-65. Pemberian antibiotik empiris awal pada penyakit ini dipertimbangkan berdasarkan faktor risiko terinfeksi kuman multi-drug resistant (MDR) dan indikasi perawatan (rawat jalan, inap atau intensif). Durasi dan sulih terapi CAP ditentukan berdasarkan faktor kuman penyebab dan kondisi penderita setelah pemberian antibiotik.
Berikut teaching slide CAP yang telah disajikan dalam Pertemuan Ilmiah Respirasi (PIR) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) 2018
“Pneumonia Komunitas: Bagaimana Diagnostik & Pilihan Terapi Terbaik?” slide presentation by Irandi Putra Pratomo, M.D., Ph.D. at JRCU 2018
Sumber bacaan terkait
- Pneumonia Komunitas. Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia (Edisi II). 2014;PDPI
- Pedoman Umum Kesiapsiagaan Menghadapi Middle East Respiratory Syndrome-corona Virus (MERS-CoV). Kemenkes RI – WHO. 2013
- Pedoman Umum Pengendalian Penyakit Avian Influenza dan Program Penanganannya. Komnas FBPI – Kemenkokesra RI. 2009
